Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Suku di Indonesia





Indonesia merupakan Negara kesatuan yang terdiri dari beribu pulau, sehingga Indonesia mempunyai beraneka ragam suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan lain sebagainya. Dengan banyaknya pulau yang tersebar di berbagai daratan nusantara, menjadikan Indonesia sebagai Negara yang kaya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Dengan kekayaan inilah Indonesia bisa dikatakan Negara yang paling kaya di seluruh belahan dunia, namun sampai saat ini negara Indonesia belum mendapat pengakuan sebagai Negara yang kaya, sebab sumberdaya alam yang ada belum termanfaatkan secara optimal. Sehingga potensi-potensi yang ada masih belum bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
            Selama kurun waktu ± 68 tahun Indonesia merdeka, namun kemerdekaan itu belum sepenuhnya dirasakan bangsa Indonesia, padahal dengan beraneka ragam dan sumber daya alam yang ada seyogyanya Indonesia mampun mewujudkan Negara yang makmur, sejahtra dan maju.
            Diberbagai belahan nusantara, terdapat suku-suku bangsa dengan adat, bahasa dan ciri-ciri khasnya yang menjadi salah satu potensi dan kekayaan Indonesia. Berikut beberapa suku bangsa yang ada di Indonesia  

Di Pulau Jawa
  • Suku Betawi di Jakarta
  • Suku Baduy di Banten
  • Suku Bawean di Jawa Timur : Gresik
  • Suku Banten di Banten
  • Suku Cirebon di Jawa Bara : Kota Cirebon
  • Suku Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta
    • Suku Samin di Jawa Tengah: Purwodadi
  • Suku Madura di Jawa Timur
  • Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur
  • Suku Samin di Blora Jawa Tengah
  • Suku Sunda di Jawa Barat
  • Suku Tengger di Jawa Timur Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo lereng G. Bromo
    • Orang Cina Benteng di Tangerang, Provinsi Banten
    • Orang Tionghoa Hokkien di Jawa dan Sumatera Utara
 Di Pulau Kalimantan
  • Suku Bajau di Kalimantan Timur
  • Suku Banjar di Kalimantan Selatan
  • Suku Berau di Kalimantan Timur: kabupaten Berau
    • Orang Bugis Pagatan di Kalimantan Selatan, Kusan Hilir, Tanah Bumbu
  • Suku Bulungan di Kalimantan Timur: Kabupaten Bulungan
  • Suku Dayak terdiri :
    • Suku Dayak Ahe di Kalimantan Barat
    • Suku Dayak Bajare di Kalimantan Barat
    • Suku Dayak Damea di Kalimantan Barat
    • Suku Dayak Banyadu di Kalimantan Barat
    • Suku Bakati di Kalimantan Barat
    • Suku Punan di Kalimantan Tengah
    • Suku Kanayatn di Kalimantan Barat
    • Suku Dayak Krio di Kalimantan Barat: Ketapang
    • Suku Dayak Sungai Laur di Kalimantan Barat: Ketapang
    • Suku Dayak Simpangh di Kalimantan Barat; Ketapang
    • Suku Iban di Kalimantan Barat
    • Suku Mualang di Kalimantan Barat: Sekadau, Sintang
    • Suku Bidayuh di Kalimantan Barat: Sanggau
    • Suku Mali di Kalimantan Barat
    • Suku Seberuang di Kalimantan Barat: Sintang
    • Suku Sekujam di Kalimantan Barat: Sintang
    • Suku Sekubang di Kalimantan Barat: Sintang
    • Suku Ketungau di Kalimantan Barat
    • Suku Desa di Kalimantan Barat
    • Suku Kantuk di Kalimantan Barat
    • Suku Ot Danum atau Dohoi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat
    • Suku Limbai di Kalimantan Barat
    • Suku Kebahan di Kalimantan Barat
    • Suku Pawan di Kalimantan Barat
    • Suku Tebidah di Kalimantan Barat
    • Suku Bakumpai di Kalimantan Selatan Barito Kuala
    • Orang Barangas di Kalimantan Selatan Barito Kuala
    • Suku Bukit di Kalimantan Selatan
      • Orang Dayak Pitap di Tebing Tinggi, Balangan, Kalsel
    • Suku Dayak Hulu Banyu di Kalimantan Selatan
    • Suku Dayak Balangan di Kalimantan Selatan
    • Suku Dusun Deyah di Kalimantan Selatan: Tabalong
    • Suku Ngaju di Kalimantan Tengah: Kabupaten Kapuas
    • Suku Siang Murung di Kalimantan Tengah: Murung Raya
    • Suku Bara Dia di Kalimantan Tengah: Barito Selatan
    • Suku Ot Danum di Kalimantan Tengah
    • Suku Lawangan di Kalimantan Tengah
    • Suku Dayak Bawo di Kalimantan Tengah: Barito Selatan
    • Suku Tunjung, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
    • Suku Benuaq, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
    • Suku Bentian, Kutai Barat, rumpun Ot Danum
    • Suku Bukat, Kutai Barat
    • Suku Busang, Kutai Barat
    • Suku Ohong, Kutai Barat
    • Suku Kayan, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan
    • Suku Bahau, Kutai Barat, rumpun Apo Kayan
    • Suku Penihing, Kutai Barat, rumpun Punan
    • Suku Punan, Kutai Barat, rumpun Punan
    • Suku Modang, Kutai Timur, rumpun Punan
    • Suku Basap, Bontang-Kutai Timur
    • Suku Ahe di Kabupaten Berau
    • Suku Tagol, Malinau, rumpun Murut
    • Suku Brusu, Malinau, rumpun Murut
    • Suku Kenyah, Malinau, rumpun Apo Kayan
    • Suku Lundayeh, Malinau
    • Suku Pasir di Kalimantan Timur: Kabupaten Pasir
    • Suku Dusun di Kalimantan Tengah
    • Suku Maanyan di Kalimantan Tengah: Barito Timur
      • Orang Maanyan Paju Sapuluh
      • Orang Maanyan Paju Epat
      • Orang Maanyan Dayu
      • Orang Maanyan Paku
      • Orang Maanyan Benua Lima Maanyan Paju Lima
      • Orang Dayak Warukin di Tanta, Tabalong, Kalsel
      • Suku Samihim, Pamukan Utara, Kotabaru, Kalsel
  • Suku Kutai di Kalimantan Timur: Kutai Kartanegara
    • Suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat
  • Suku Pasir di Kalimantan Timur: Kabupaten Pasir
  • Suku Sambas (Melayu Sambas) di Kalimantan Barat: Kabupaten Sambas
  • Suku Tidung di Kalimantan Timur: Kabupaten Tanah Tidung 
  • Orang Tionghoa Hakka di Belitung dan Kalimantan Barat
    0 komentar

    Hewan Hewan Purba Masih Hidup di Indonesia


    1.Buaya

    Seperti telah kita ketahui bersama baha buaya merupakan salah satu hewan purba yang tersisa si bumi ini. Buaya merupakan hewan Karnivora yang dapat hidup di air dan daratan. Indonesia memiliki 7 spesies buaya dari total seluruh spesies buaya yang ada di Dunia.
    Spesies buaya yang terdapat di Indonesia antara lain :

    # Buaya muara (Crocodylus porosus) :




    Buaya muara merupakan spesies buaya yang terbesar, terpanjang dan terganas di antara jenis-jenis buaya lainnya di dunia. Buaya muara juga memiliki habitat persebaran yang sangat luas, bahkan terluas dibandingkan spesies buaya lainnya. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka, dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia menjadi habitat terfavorit bagi buaya muara selain Australia.


    #Buaya irian (Crocodylus novaeguineae) 



    Buaya irian hanya terdapat di pulau Irian (Indonesia dan Papua Nugini). Bentuk tubuh buaya yang hidup di air tawar ini menyerupai buaya muara hanya berukuran lebih kecil dan berwarna lebih hitam. 

    #Buaya mindoro (Crocodylus mindorensis) 



    Buaya mindoro semula termasuk anak jenis (subspesies) dari buaya irian (Crocodylus novaeguineae) tapi kini buaya ini di anggap sebagai jenis tersendiri. Buaya mindoro di Indonesia dapat ditemukan di Sulawesi bagian timur dan tenggara. 

    #Buaya kalimantan (Crocodylus raninus) 



    Buaya kalimantan mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan buaya muara. Lantaran itu buaya yang hanya dapat ditemui di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan ini statusnya masih menjadi perdebatan para ahli. 

    #Buaya siam atau buaya air tawar (Crocodylus siamensis) 



    Buaya Siam diperkirakan berasal dari Siam. Buaya siam selain di Indonesia dapat dijumpai pula di Thailand, Vietnam, Malaysia, Laos, dan Kamboja. Di Indonesia, buaya siam hanya terdapat di Jawa dan Kalimantan.

    #Buaya sahul (Crocodylus novaeguineae) 



    Buaya sahul sebenarnya sama atau masih dianggap satu jenis dengan buaya irian. Namun oleh beberapa ahli taksonomi buaya sahul yang hanya tersebar di Papua bagian selatan ini diusulkan untuk menjadi spesies tersendiri. 

    #Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) 



    Buaya senyulong tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Yang membedakan buaya senyulong dengan jenis buaya lainnya adalah moncongnya yang relatif sempit.

    2.Komodo



    Komodo, atau yang biasa disebut gengan biawak komodo (Varanus komodoensis), merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang tubuh mencapai 2-3 meter dan berat mencapai 70-140 kg. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

    Komodo merupakan dinasaurus purba yang hanya hidup (endemik) di Indonesia saja, tepatnya diTaman Nasional Pulau Komodo. Walaupun begitu komodo juga dapat ditemukan di dua pulau lain disekitar pulau komodo yakni, pulau Rinca dan Pulau Padar.
    Rahasia Kadal Komodo hingga dapat bertahan selama 40 juta tahun ialah karena ia memiliki
    sistem pertahanan hidup alami yang terdapat pada kuku serta air liurnya. Air liur komodo s angat mematikan karena mengandung 66 jenis bakteri mematikan. Rhasia lain mengapa komodo dapat bertahan selama ini ualah karean cara bereproduksi komodo sangat istemewa. Komodo dapat bertelur tanpa adanya pejantan (partenogenesis).

    3.Coelacanth (Raja Ikan Laut Purba)



    Ikan raja laut atau Coelacanth merupakan ikan purba yang banyak hidup pada 360 juta tahun yang lalu. Ikan raja laut yang dikenal sebagai Coelacanth kini hanya tersisa dua spesies yaitu Latimeria menadoensis (Indonesia Coelacanth) dan Latimeria chalumnae (Comoro Coelacanth). Sedangkan berbagai jenis lainnya, sekitar 120 spesies, dinyatakan telah punah dan hanya ditemukan fosilnya saja.

    Coelacanth adalah jenis ikan berparu-paru yang dipercaya sebagian ahli sebagai nenek moyang tetrapoda, yaitu nenek moyang binatang yang hidup di darat termasuk manusia. Ikan raja laut atau Coelacanth mempunyai habitat di lautan dalam, 700 meter di bawah permukaan laut. Meski terkadang ikan purba ini bisa berada dikedalaman laut 200 meter. 

    Pada tahun 1998, seekor ikan raja laut tertangkap jaring nelayan di perairan Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan jenis ini sebenarnya sudah umum dikenal oleh nelayan setempat namun belum terdiskripsikan hingga seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Erdmann dan beberapa temannya termasuk ilmuan LIPI mempublikasikannya dan belakangan ikan raja laut ini disebut sebagai spesies baru, Latimeria menadoensis ( Coelacanth Sulawesi)

    Antara ikan raja laut spesies Latimeria chalumnae (Coelacanth Komoro) dan Latimeria menadoensis (Coelacanth Sulawesi) mempunyai ciri-ciri yang serupa. Ekor ikan purba ini berbentuk seperti kipas dengan mata yang besar dan sisik yang terlihat tidak sempurna (seperti batu). Panjangnya mencapai 2 meter dengan berat mencapai 80-100 kg. Perbedaannya terdapat pada warna kulit Latimeria menadoensis yang berwarna coklat sedangkan Latimeria chalumnae berwarna biru baja. 

    4. Arwana



    Menurut kelompok kuno Osteoglossids, ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Saat ini, mereka bisa ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia.
    Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis, arowana adalah predator rakus yang memakan binatang kecil yang dapat mereka tangkap, termasuk burung dan kelelawar yang mereka tangkap dalam penerbangan pertengahan (mereka bisa melompat hingga 2 meter (6 ‘6 “) ke udara) .
    Di Cina, arowana terkenal sebagai “Ikan Naga” karena penampilan mereka, dan mereka dianggap Pembawa keberuntungan/Nasib Baik.
    0 komentar
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Ali Gofar - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger